Selasa, 25 Maret 2014

Belajar Motorik



Studi tentang belajar dan proses pembelajaran
·         Hasil umun dan khusus
Motorik kasar adalah gerakan dengan menggunakan otot-otot besar,sebagian besar tubuh atau seluruh bagian tubuh. Contohnya adalah berlari,duduk,loncat-loncat dan sebagainya.
motorik halus adalah gerakan dengan menggunakan otot-otot halus atau hanya sebagian bagian tubuh. Contohnya adalah : coret-coret,menulis,memindahkan benda,menggunting dan sebagainya.

Belajar
            Prinsip belajar adalah konsep-konsep yang harus diterapkan didalam proses belajar mengajar . Seorang guru akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik apabila ia dapat menerapkan cara mengajar yang sesuai dengan prinsip-prinsip orang belajar. Dengan kata lain supaya dapat mengotrol sendiri apakah tugas-tugas mengajar yang dilakukannya telah sesuai dengan prinsip-prinsip belajar maka guru perlu memahami prinisp-prinsip belajar itu.
Untuk belajar siswa harus mempunyai perhatian dan responsif terhadap materi yang akan diajarkan. Jadi materi pembelajaran harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian si belajar.
Semua proses belajar memerlukan waktu, dan untuk suatu waktu tertentu hanya dapat dipelajari sejumlah materi yang sangat terbatas.


Belajar motorik

belajar motorik adalah proses perubahan individu baik berupa perilaku gerak maupun respon yang relatif permanen sebagai akibat dari latihan dan pengalaman.
Belajar motorik mempunyai sifat-sifat diantaranya adalah:
   Sebuah proses kejiwaan yang bersifat individual.
   Hasil langsung dari latihan dan adanya perubahan.
   Perubahan sebagai hasil belajar berupa kemampuan baru yang berlaku dalam waktu relatif permanen.
   Belajar motorik tak teramati secara langsung.
   Peristiwa itu hanya bisa dilihat dari perilaku atau kinerja seseorang.
   Belajar motorik menghasilkan kebiasaan.

Terdapat berbagai jenis gerakan motorik :
·         Gerakan refleks
·         Gerakan terprogram
·         Gerakan motorik halus : menulis, merangkai, melukis, berjinjit
·         Gerakan motorik kasar : berjalan, merangkak, memukul, mengayunkan tangan

Hal yang banyak dipelajari adalah
·         Gerakan tangan seperti jenis genggaman, gerakan menjepit (pincer)
·         Koordinasi antara gerakan berbagai anggota tubuh pada olahragawan, penari atau pemain alat musik, pengendalian gerakan motorik.

Refleks adalah gerakan yang dilakukan tanpa sadar dan merupakan respon segera setelah adanya rangsang[1]. Pada manusia gerak refleks terjadi melalui reflex arc, namun refleks-refleks ini sangat penting artinya di dalam mendiagnosis dan melokalisasi lesi neurologi.
Gerak refleks dapat digunakan pada pemeriksaan neurologis untuk mengetahui kerusakan atau pemfungsian dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
Gerak refleks dapat dilatih misalnya pengulangan dari gerakan motorik pada latihan olah raga atau pengaitan dari rangsang oleh reaksi otomatis selama pengkondisian klasikal.
Motorik kasar adalah gerakan dengan menggunakan otot-otot besar,sebagian besar tubuh atau seluruh bagian tubuh. Contohnya adalah berlari,duduk,loncat-loncat dan sebagainya.
motorik halus adalah gerakan dengan menggunakan otot-otot halus atau hanya sebagian bagian tubuh. Contohnya adalah : coret-coret,menulis,memindahkan benda,menggunting dan sebagainya.
Pengertian Motorik

Motorik adalah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan tubuh.
Apakah motorik itu?
Bagaimana cara bekerjanya?
Yang dimaksud dengan motorik ialah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan tubuh.
Dalam perkembangan motorik, unsur-unsur yang menentukan ialah otot, saraf dan otak
Ketiga unsur itu melaksanakan masing-masing peranannya secara “interaksi positif”, artinya unsur-unsur yang satu saling berkaitan, saling menunjang, saling melengkapi dengan unsur yang lainnya untuk mencapai kondisi motoris yang lebih sempurna keadaannya. Selain mengandalkan kekuatan otot, rupanya kesempurnaan otak juga turut menentukan keadaan. Anak yang pertumbuhan otaknya mengalami gangguan tampak kurang terampil menggerak-gerakan tubuhnya.

Deskripsi dan Teminologi
Ulama yang mewakili beragam latar belakang profesi dan pencarian pribadi dan kepentingan teoritis telah memberi kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan seputar pembelajaran motorik dan kinerja.harus cukup dimengerti bahwa istilah hewan peliharaan dan ekspresi akan dikembangkan oleh orang-orang.sering tugas similiat dan fenomena pembelajaran yang dimaksud dalam cara yang berbeda.meskipun situasi ini dapat dimengerti, sering membingungkan dan frustasi bagi kedua mahasiswa dan sarjana.
Misalnya, kami telah memutuskan untuk menggunakan pembelajaran motorik panjang ketika berkaitan dengan faktor-faktor situasional dan organismic dengan perolehan dan kinerja perilaku yang umumnya tercermin oleh gerakan. pola umum dan keterampilan yang sangat spesifik termasuk dalam studi jika belajar motor. kegiatan atletik, sekretaris, pertanian, tari, musik, dan industri termasuk banyak otot tubuh yang lain membutuhkan presisi terkoordinasi jika otot halus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar